Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Labura Ikuti Bedah Buku Sistem Pemilu Indonesia dan Pencalonan Peserta Pemilu

Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Maruli Sitorus, bersama Anggota Bawaslu Labura, Juskanri Sihaloho, dan Supriadi mengikuti kegiatan Bedah Buku Seri Pertama “Sistem Pemilu Indonesia dan Pencalonan Peserta Pemilu” secara daring melalui Zoom Meeting.

Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Maruli Sitorus, bersama Anggota Bawaslu Labura, Juskanri Sihaloho, dan Supriadi mengikuti kegiatan Bedah Buku Seri Pertama “Sistem Pemilu Indonesia dan Pencalonan Peserta Pemilu” secara daring melalui Zoom Meeting.

Labuhanbatu Utara, 19 Agustus 2026 – Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara mengikuti kegiatan Bedah Buku Seri Pertama “Sistem Pemilu Indonesia dan Pencalonan Peserta Pemilu” yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (19/8/2026). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Aula KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara dan melalui Zoom Meeting.

Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Bawaslu Labura, Maruli Sitorus, dan Anggota Bawaslu Labura, Juskanri Sihaloho,dan Supriadi sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan pemahaman kepemiluan, khususnya terkait sistem pemilu dan pencalonan peserta pemilu.

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si. selaku penulis sekaligus narasumber, serta Dr. Raja Ahab Damanik, SH., M.Hum. dan Dr. Tappil Rambe, S.Pd., M.Si. sebagai panelis.

Pembahasan secara khusus mengulas sistem pemilu Indonesia serta dinamika dan mekanisme pencalonan peserta pemilu. Materi tersebut menjadi penting untuk memperkaya perspektif mengenai bagaimana sistem, regulasi, dan proses pencalonan dibangun agar mampu mendukung penyelenggaraan pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan ini turut diikuti oleh berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kepemiluan, di antaranya partai politik, mahasiswa, serta jajaran KPU Kabupaten/Kota dari berbagai daerah di Indonesia. Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai sistem pemilu bukan hanya menjadi perhatian penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan pemahaman dari seluruh pihak yang terlibat dalam kehidupan demokrasi.

Bagi Bawaslu Labura, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk memperluas perspektif sekaligus melihat kembali berbagai aspek dalam sistem kepemiluan. Pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi dan mekanisme pencalonan diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan mampu menjawab berbagai dinamika yang muncul dalam penyelenggaraan pemilu.

Demokrasi pada hakikatnya adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, membangun demokrasi tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pemilu, tetapi membutuhkan sistem kepemiluan yang terus dievaluasi dan disempurnakan. Masih terdapat ruang perbaikan, baik dari sisi regulasi, teknis penyelenggaraan, maupun aktor-aktor yang terlibat di dalamnya.

Sebab, ketika regulasi dibangun dengan baik, teknis penyelenggaraan dilaksanakan secara tepat, dan setiap aktor menjalankan perannya dengan integritas serta tanggung jawab, maka proses pemilu akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghasilkan demokrasi yang berkualitas. Pemilu yang baik tidak lahir dari satu unsur saja, tetapi dari sistem yang baik dan seluruh aktor yang berkomitmen menjalankannya dengan benar.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan pemahaman kepemiluan, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mengawal demokrasi yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Penulis : Imamul Hakim