Bawaslu Labura Perkuat Pemahaman Kepemiluan Bersama Penyandang Disabilitas: Setiap Harapan Harus Dijaga
|
Labuhanbatu Utara, 13 Juli 2026 – Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara terus memperkuat pendidikan kepemiluan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan Diskusi Kepemahaman Kepemiluan bersama masyarakat penyandang disabilitas yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Juskanri Sihaloho, sebagai narasumber. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Koordinator Sekretariat Bawaslu Labuhanbatu Utara, Suriyanto, S.E. Diskusi berlangsung interaktif dengan dihadiri masyarakat penyandang disabilitas dari wilayah Aek Kanopan dan sekitarnya.
Dalam penyampaiannya, Juskanri menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam demokrasi. Menurutnya, pemilu bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan momentum menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah.
"Kita semua memiliki harapan yang sama. Kita ingin anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik, jalan di desa semakin layak, akses pelayanan kesehatan semakin mudah, serta kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Harapan-harapan itu dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang lahir dari pilihan masyarakat yang jujur dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa harapan tersebut dapat terancam apabila masyarakat menentukan pilihan karena iming-iming uang atau bentuk pemberian lainnya. Politik uang, menurutnya, bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak nilai demokrasi dan menghilangkan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar bekerja demi kepentingan rakyat.
"Oleh karena itu, jangan pernah menukar hak pilih dengan sejumlah uang. Pilihlah pemimpin berdasarkan hati nurani, rekam jejak, dan kapasitasnya. Karena suara yang kita berikan hari ini akan menentukan masa depan lima tahun ke depan," tegas Juskanri.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, Juskanri juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. Ia menegaskan bahwa Bawaslu membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran selama tahapan pemilu berlangsung.
"Apabila pada tahapan pemilu nanti Bapak dan Ibu melihat ataupun mendengar sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan, silakan datang ke Kantor Bawaslu Labuhanbatu Utara. Mari berdiskusi dan sampaikan kepada kami. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Para peserta tidak hanya menerima materi kepemiluan, tetapi juga berdialog secara langsung mengenai hak-hak politik, partisipasi masyarakat, serta peran penting seluruh elemen masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan demokrasi yang inklusif, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi, menggunakan hak pilih, serta berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
Bawaslu meyakini bahwa demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila dibangun dengan partisipasi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi. Sebab, setiap suara memiliki arti, setiap partisipasi membawa perubahan, dan setiap harapan berhak diperjuangkan demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Imamul Hakim
Foto : Dika Prayogi